Updated : Oct 27, 2008 in Intips Analisa

Wakil Rakyat

Gedung DPR MPR

Gedung DPR

Dua buah gedung mewah yang menjadi tujuan banyak orang untuk “berkantor” didalamnya.

Jika diperhatikan sejak Ramadhan hingga sekarag banyak dijumpai poster, spanduk, baliho dan stiker balon anggota DPR disepanjang jalan. Sebuah biaya yang mahal untuk proses Demokratisasi.
Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan ….. mungkin para balon sekarang sudah bisa menghitung berapa tahun modal harus kembali?

Kalau membaca Humor Gus Dur dibawah ini …

Menyengsarakan Anggota DPR

Suatu hari di negara entah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan di negeri lain. Semua orang yang berpangkat Wakil, dinaikkan pangkatnya. Wakil Presiden jadi Presiden, Wakil Direktur jadi Direktur, dan Wakil Komandan jadi komandan dsb..dsb..

Yang penting, dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada dobel posisi, itu bisa diatur pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata DPR menolak. Betul-betul menolak dengan keras.

Bahkan sangat keras. Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan merubah status dari Wakil Rakyat menjadi Rakyat! (ahm)

di-InTips dari : Humor GusDur

Gambar diInTips dari www.dpr.go.id

8 Comments

  • wah kudunya harus banyak yg ngeri takut duduk di gedung itu.. eh koq malah jadi inceran banyak orang.. bukankah jadi wakil rakyat itu tanggung jawab nya besar.. apalagi di akhirat kelak.. πŸ˜€

  • semoga para elite politik kita yang duduk di kursi pemerintahan bisa mencermati lebih dalam lagi mas πŸ™‚

  • memang sudah aturan mainnya begitu, the golden rule; ‘caleg dekat dengan rakyat, angleg jauh dari rakyat’.

    jadi kalau kita memilih seorang caleg yang dekat dgn rakyat untuk menjadi angleg, maka ingatlah aturan main tadi.

  • om ane mampir, kangen iks .. kwkwk

    RealRE’s last blog post..Kampanye yang Tidak Damai di Pemilu Indonesia 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *