Dibaca 17708 kali
April 10th, 2011
By Arif Posted in Tips Sepeda

Tips Perpindahan Kecepatan (Roda Gigi) Sepeda MTB

Hari minggu sebenarnya adalah jadwal gowes bareng si nuke, tapi pagi ini langit mendung dan sedikit gerimis, daripada kehujanan lagi (belum punya rain coat) mending dirumah baca-baca cara memindahkan roda gigi.

Sudah beberapa lama menggunakan sepeda MTB, saya masih sering kedodoran saat perpindahan gigi dan mencari rasio yang pas buat tanjakan (alasan buat menutupi kekurangan dengkul he he he )

Sebuah tips perpindahan roda gigi di blog milik Asbrindo sepertinya layak dicoba untuk menutupi kekurangan yang ada. Berikut ini saya kutipkan tipsnya :

Setiap pesepeda memiliki kecepatan kayuhan masing – masing. kecepatan kayuhan (cadence) yang ideal yang seharusnya dicari oleh masing – masing individu. dengan cadence ideal, berarti tenaga yang kita salurkan untuk mengayuh sepeda dapat bertahan lama dan tidak cepat lelah. dengan kata lain ideal cadence adalah kondisi sempurna di mana tenaga kita dapat seluruhnya tersalurkan untuk mengayuh sepeda. cadence yang ideal sangat tergantung kepada kontur jalan, hambatan angin, dan kondisi kesehatan kita sendiri pada suatu waktu.

Bagaimana mencapai cadence ideal? hanya bisa dicapai dengan terus berlatih mencari rasio roda gigi depan dan belakang. anda hanya bisa mendapatkan rasio gigi optimal pada setiap kondisi jalan dengan cara berlatih. tidak ada rumusan baku untuk hal ini. kuncinya pada ketekunan dan kedisiplinan diri dalam berlatih.

Anda bisa memantau cadence anda dengan cyclometer yang memiliki fitur cadence. kenaikan kemampuan cadence menunjukkan keberhasilan latihan anda. faktanya, atlet – atlet sepeda yang langganan juara adalah mereka yang secara disiplin memperhatikan cadence ideal mereka.

Jika roda gigi anda terlalu tinggi (gigi kecil), kayuhan akan terasa berat sehingga cadence menurun. mengayuh lebih lambat dibanding cadence ideal berakibat tenaga akan cepat terkuras dan berisiko cedera otot khususnya pada lutut dan pinggul.

Sedangkan jika roda gigi terlalu rendah (gigi besar), kayuhan akan terasa sangat ringan sehingga cadence menjadi terlalu cepat. mengayuh lebih cepat dari cadence ideal menyebabkan tenaga terbuang percuma yang ujungnya akan cepat lelah.

Gunakan gigi yang sama di jalan datar apabila anda bersiap memasuki tanjakan dengan kecepatan tinggi. kemudian secara perlahan pindahkan ke gigi yang satu langkah lebih ringan setiap kali kayuhan terasa berat.

Gunakan gigi rendah (gigi besar) saat menapaki jalur pendakian tanpa persiapan speed yang cukup. kemudian pindahkan ke gigi yang lebih tinggi (gigi kecil) setiap memasuki bonus trek datar di mana tidak dibutuhkan kaki kayuhan yang konstan.

Sesaat sebelum mencapai puncak tanjakan, segera pindahkan gigi ke lebih tinggi. pertahankan pada saat anda menuruni trek. pada saat turun, anda akan lebih dituntut untuk konsentrasi ke rem dibandingkan sifter.

Untuk medan yang lebih bervariasi, pertahankan gigi depan di posisi tengah. pergunakan variasi roda gigi belakang untuk menghadapi perpindahan medan yang sangat cepat.

Kalau menurut beberapa teman, yang penting dengkulnya, kalau menurut saya selain dengkul harus didimbangi dengan teknik dan gropuset yang handal.

Semoga bermanfaat

lazada

2 Comments

  1. Mohon maaf pak Mars .. commentnya kehapus karena saat pindah hosting menggunakan database 2 hari sebelum posting :)

  2. adam

    apan ini?



Add Yours


+ 5 = 8