Updated : Jun 18, 2008 in Intips Analisa

Pilkada Jateng 22 Juni 2008

Gegap Gempita Pesta Demokrasi di Jawa Tengah sama sekali tidak saya rasakan. Sebuah even Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pertama dipilih langsung oleh rakyat tidak menemukan “ruh”-nya. Rakyat cenderung sibuk dengan kegiatannya sendiri untuk menyambung hidup.

Kelima pasangan calon pun sibuk keliling pasar untuk sekedar mencari simpati masyarakat. Mencoba berdekatan dengan masyarakat kerena ada maunya, mendekati masyarakat hanya untuk mendapat simpati dan akhirnya rela untuk mencoblos mereka dalam pilkada. Ironisnya apa yang dilakukan dan dijanjikan akan segera lenyap saat jabatan dan harta sudah digenggaman.

Beberapa iklan dan acara debat di TV pun belum menunjukkan visi dan misi pasangan calon, setidaknya bagi saya. Sebuat visi dan misi yang hanya dalam taraf slogan dan menurut saya sangat sulit untuk direalisasikan.

Apakah kita tidak belajar dari kejadian yang lalu, apakah masyarakat selalu bisa dibohongi.

Masyarakat Jawa Tengah mempunyai hak untuk memilih calon pemimpinnya yang benar-benar sesuai dengan hati nuraninya dan juga berhak untuk tidak memilih.

Dimanakah posisi saya …. setidaknya saya sudah memiliki kartu pemilih dan berhak menyalurkan aspirasi saya.

12 Comments

  • kebetulan hari ini dari semarang..tadi sempat liat kalo gak salah kampanye Bibit-Rustriningsih. ah siapa pun yang menang sama aja yang penting jangan janji2 palsu aja 🙂

    1. Yang sering kota-kota kayaknya pasangan ini oom, banyak duitnya kali. Memang sebaiknya jangan janji palsu, masayarakat sudah capai dibohongi…
      Ngomong-ngomong lagi ada bisnis di Semarang oom… mampir ke Kendal kalo sempat 🙂

  • Jangan tergiur uang 10.000, pilih calon yang benar2 bagus untuk negara dan bangsa.

    kalo di jabar udah selesai, itu yang jadinya pasukan bodrex(dede yusuf)

  • Pilih calon yang benar2 bagus untuk negara dan bangsa, Jangan karena Rp.10.000,

    kalo di jabar udah selesai, itu yang jadinya pasukan bodrex(dede yusuf)

  • kami pernah mengadakan debat Calgub Jateng di kampus, dan ternyata setelah acar berlangsung . dari pertanyaan2 mahasiwa yang seharusny dijawab dengan konkrit ternyata semua jawabanya sama.,.
    normatif smua.. tapi ya, posisi kita bgmn pun harus .. minimaaal bgt memilih scr abstrak..

    1. Jawaban normatif memang lebih aman untuk dijawab dan mudah …
      Kalo jawaban konkirit menuju ke pokok permasalahan atau menyelesaikan masalah nggak bisa diharepin …
      Samaa saja ada kampanye dialogis atau pengerahan masa … sama-sama nggak tahu visi dan misi yang jelas dari calon …

  • salam kenal mas Arif,, ! hehehehe… bener juga, serasa di rumah sendiri nih.. wekekekekekeke….

    ternyata njenengan nggak msuk kategori nyampah tuh! tulisannya berbobot… *merasa malu dengan diri sendiri*

  • Iya mas … serasa diperumahan ya … rumahnya kebanyakan kembar tapi punya isi dan penghuni yang berbeda-beda …

  • Di tunggu penerus Umar Bin Abdul Aziz………… percuma kalo hanya bisa menghabiskan dana ..pajak sedangkan hasilnya sama dengan kerjaan anak sekolah piket setiap hari

    1. sip …. perlu tenaga-tenaga muda untuk mewujudkan itu mas … generasi tua sudah nggak jamannya lagi memimpin … sudah terlalu banyak terkontaminasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *