Dibaca 6666 kali
November 12th, 2008
By Arif Posted in Intips Blog, Tips Meraih Kebahagiaan

Menjadi Kaya dalam 40 Hari

Menjadi Kaya dalam 40 Hari

Seorang buruh tani disuatu ladang perkebunan bertestimoni. Beberapa tahun yang silam, ketika bensin masih Rp. 2.000,- dia menghadiri satu majelis ilmu yang bertutur tentang keutamaan bersedekah.
Dikantongnya ada uang Rp. 1.000,-. Dia tertarik bersedekah. Namun dia bingung sebab bensinnya hampir habis, sedianya uang seribu rupiah ini akan dibelikan bensin. Namun akhirnya dia memilih bersedekah uang seribu rupiah yang dia miliki. Sambil berharap Allah mau bermurah hati tidak membuat motor vespanya mogok ditengah jalan. Berat dorongnya.

Namun apa yang terjadi ternyata dia sendiri sudah bisa menebak, ketika baru saja jalan motornya sudah ndut-endutan, tanda bensinnya tiris habis. Akhirnya kejadian motornya benar-nemar mogok. Dia pelihara hatinya agar tidak ngedumel, tidak berkeluh kesah dan teta berbaik sangka kepada Allah.

Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Justru peristiwa mogok motornya itu jadi berkah buat dia. Dia ketemu dengan kawan lamanya yang bukan saja membelikan dia bensin, tetapi juga kawannya itu menghadiahkan uang tunai sebesar Rp. 1 Juta.

Sayangnya, dia adalah seperti kita juga. Barangkali, yang berhenti samai testimoni itu saja.
Menarik memang. Tapi andai dia terusin lagi, subhanallah tambah menarik lagi. Tentu status “buruh tani”, tidak lagi dia sandang sebab sudah berubah menjadi kaya lahir dan batin.
Maksudnya apa? Maksudnya, andai siburuh tani tadi mau berbagi lagi dari uang Rp. 1 juta tersebut, misalnya separuhnya, atau Rp. 500 ribunya, maka Allah akan melipatgandakan menjadi Rp. 5 juta. Lalu Rp. 5 juta disedekahkan lagi separuhnya, maka akan menjadi Rp. 25 juta. Disedekahkan lafi separuhnya, maka akan berlipat menjadi Rp. 125 juta, dan seterusnya.


Testimoni ini diambil dari Mukaddimah bahan Buku Ust. Yusuf Mansur berjudul “Menjadi Kaya dalam 40 Hari“. Kunci dari segala apa yang diceritakan adalah hiasan amal yang mujaahadah dan mudaawamah, sungguh-sungguh dan berkesinambungan (terus menerus). Amal apapun, kalau dilakukan dengan dua unci tersebut, Insya Allah akan bersinar amat terang. Sering kita mendengar, “dikit tapi konsisten, lebih baik dari pada banyak, tapi setelah itu tidak melakukan lagi”. Tentu saja , maka jauh lebih baik lagi apabila bisa “banyak melakukannya, dan konsisten”.

Jika ingin membaca testimoni lainnya bisa mengunjungi : www.wisatahati.com. Tidak hanya testimoni, Anda bisa juga ikut Kulaih Wisatahati Online dan bisa juga menyalurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh.

InTips : Dari PPPA NEWS Edisi Januari-Februari 2008 halaman 9

lazada

10 Comments

  1. benar2 membuka mata hati dan pikiran nih postingan kali ini. thanks infonya mas arif 🙂

  2. sangat inspiratif, postingnya…semoga di tambah banyak pahalanya 😀

  3. Ghufron

    Apa lagi besedekah dijalan Allah, seperti pesantren dsb. Bahkan Allah menegaskan dalam Al Qur’an bahwasanya brang siapa sodakoh di Jl. Allah ibarat menanam satu biji yang menumbuhkan tujuh cabang. Dari setiap cabang mengeluarkan seratus biji. 7 x 100 = 700 biji. Masya Allah!!

  4. Ghufron

    RALAT: 7 x 100 = 700.

    YANG BENAR: 100 x 7 = 700

    Maklum lagi pusing mikirin blogku yg diband blogger 🙂

  5. Berita Internet Marketing

    saya sependapat bahwa tidak akan pernah rugi bila kita mau beramal. Apa anda pernah dengar orang jatuh miskin gara-gara beramal? belum pernah kan, yang ada orang jadi kaya gara-gara beramal.

  6. wah yang ini baru pencerahan

    tiyo’s last blog post..Referensi Tugas Akhir (2)

  7. kipas

    Beramal Sedikit tapi kontinue… Allah lebih menyukai perbuatan baik yang istiqomah

    kipas’s last blog post..Billing Warnet Gratis

  8. strato

    banyak dan continue …lebih bagus nggak?

  9. tulis

    yups sedeqah bisa menyelamatkan kita dari apa aja…

  10. raiderhost

    pakde.. saya punya $1,5 mau ndak ??

    bingung niech mo sedekah kemana ??

    raiderhost’s last blog post..Hacking Paypal Gue, w3dhuzz loch



Add Yours