Dibaca 13800 kali
June 15th, 2008
By Arif Posted in Intip-Intips, Tips Pembangunan

Jadi Tukang Batu .. Mengapa Tidak ?

Hari minggu biasanya saya gunakan untuk santai, tetapi kali ini ada yang “beda”. Setelah “kerjaan”-nya hanya mengawasi tukang pasang batu api untuk Furnace (tungku peleburan kaca) kali ini saya mencoba untuk menjadi tukang batu rumahan.

Iya .. saya bersama istri mencoba mem-plester sendiri lantai di dapur rumah baru kami. Setelah semua bahan tersedia baru melaksanakan pekerjaan.

Melevel ketinggian plesteran, memasang benang level dan mengaduk laburan. Proses mengaduk laburan ini yang membutuhkan tenaga ekstra, pinggang rasnya mau copot. Setelah adukan selesai baru deh diaplikasikan. Saya mulai dari tarikan benang level, setelah keliling yang dibenang level selesai baru di plester ke tengah… proses ini lebih mudah karena peroses pelevelan hanya dengan menggunkana kayu,tarik dan gesek-gesek sedikit beres. Kalau biasanya tinggal marah kalau ada tukang batu melakukan kesalahan karena level batu yang nggak rata, atau mortar yang terlalu tebal, kali ini karena untuk rumah sendiri sedikit miring dan nggak rata, bisa dimaafkan :D , untuk rumah sendiri aja … begitu celoteh istri tercinta.

Untuk finishingnya menggunakan plester instan supaya hasilnya tidak terjadi retak rambut. Saya pernah menanyakan retak rambut pada lantai semen ke Majalah IDEA leawt e-mail dan ternyata di balas di Majalah IDEA, berikut ini cuplikannya :

RETAK RAMBUT PLESTER SEMEN

Salam Kenal,
Saya membaca beberapa edisi majalah IDEA, dan tertarik mengaplikasikan lantai plester semen. Namun setelah melihat lantai plester semen di tempat saudara dan beberapa teman, lantai tersebut ada yang mengalami retak rambut.
Adakah trik agar kejadian tersebut tidak terjadi? Apakah ada aditif tertentu yang diicampur dengan semen? Mohon jawabannya.
Terima kasih atas perhatiannya.
Arif – lasyabutik@telkom.net

Pak Arif, terima kasih masukannya. Kita ketahui dulu sifat material semen itu. Semen umumnya memiliki daya kering yang cepat. Apalagi jika aplikasinya ditempat yang terkena panas matahari langsung atau dalam cuaca yang begitu panas. Boleh jadi, plester semen itu terlalu cepat kering, padahal proses kerapatannya belum sempurna. Maka jadilah retak rambut itu.
Salah satu langkah pemlesteran yang baik, setelah semen lantai dilaburkan dan diplamir, tutup dengan karung basah. Itu juga biasa dilakukan saat pengecoran beton. Dengan demikian, keretakan bisa dihindari karena proses pengeringan bisa diperlambat sampai kerapatan plasteran sempurna.
Jika retak sudah terjadi, coba dulu dengan memberi plamir. Jika retak sudah melebar sampai ke dalam, memang tak ada yang bisa dilakukan selain memlester ulang.
O ya, pada semen instan yang memiliki aditif, proses pengeringan itu diperlambat dan berjalan perlahan-lahan. Semen instan ini cukup bagus untuk plesteran, walaupun harganya lebih tinggi dibandingkan semen biasa-sekitar dua kali lipatnya. Semen instan ini juga ada yang khusus untuk lantai, selain yang diaplikasikan untuk dinding.

Majalah IDEA edisi 44/IV/2007 halaman 69

Ternyata jawaban tersebut bisa dijadikan Tips untuk mengatasi retak rambut pada plesteran.

Hari minggu yang berat.

lazada

14 Comments

  1. he..he..he.. alih profesi…… infonya bagus juga nih, kebetulan saya lagi benah-benah dapur… ngikut juga jadi kuli batu ah……sukses selalu

  2. Arif

    @ Nataludin : Weh Arek Sidoarjo … hari ini saya baru terasa kalo betis dan tangan sakit semua … jalannya agak berat nich … Beda dengan yang sudah dilatih khusus :D

  3. masenchipz

    wah…. klo tangnnya dah gede bsa sekalian nglamar ke tmpt fitnes om… jdi instruktur gitu… hiks…hiks…

  4. arif

    @ Masenchipz : Kalo tangan sudah gede nggak perlu fitness mas… lha wong sudah gede … he he :)

  5. free7

    hehe..aku juga pernah gitu ..coba masang keramik sendiri, utk teras ,wkt rumah baru jadi 8 tahun lalu, mksd mengisi hari minggu juga ,cari kegiatan…
    akhir ceritanya …terpaksa pake tukang beneran, dan anggaran jadi nambah 2 kali lipat , karena ulahku yg ngerusak keramik dan buang2 pasir semen :D

  6. Arif

    @ Free-7 : Ini ceritanya hampir sama tapi memang lagi ngejar date line tanggal 27 Juni mau pindahan sedangkan biaya untuk tukang sudah habis, keasyikan buat ke warnet uangnya :lol:
    Saya pernah coba pasang keramik dan ternyata berhasil, mungkin saya punya niat untuk pasang di ruang keluarga tapi harus pakai semen instan khusus pasang keramik biar nggak keangkat keramiknya ….
    Masih dihitung dengan semen biasa dan tukang, atau dibuat sendiri pakai semen instan :D

  7. seperti suhu..om juga pernah mencoba memasang keramik tapi tetap aja gak bisa rapi hahaha

  8. Arif

    @ oom : Tidak rapi buat rumah sendiri bisa dimaafkan he he

  9. Istri mas bagian apa? he…he…

  10. Arif

    @ Ot.Ghufron : Bagian logistik …

  11. tatang

    wah selamat ya pak. akhirnya bisa ngerasin juga betapa capek kerja para tukang. saya juga pernah sesekali nukang seperti yg bapak lakukan.. dan capek deh.
    badan pegal2 dan hasil.. miring2 dikit gak masalah lah. wong rumah sendiri.

    oya…. terima kasih pak, bapak telah membaca majalah idEA. saya sendiri sebetulnya salah satu tim redaksi iDEA. lewat komentar ini saya mengundang bapak untuk ikutan mengunjungi dan join di .
    lumayan pak, bulan ini sedang promosi… ada suvenir menarik deh.
    sampai jumpa di sana…

    tatang

  12. tatang

    wah.. sorii linknya salah tulis html codenya..

    join ya di http://www.ideaonline.co.id atau register di http://www.ideaonline.co.id/forum ada suvenir menarik di sana..

    thks all
    see u.

    • arif

      terima kasih pak tatang, sgera berkunjung pak … jangan lpa sovenirnya …

  13. herlina

    salam pak :)
    lagi nyari tentang lantai semen eh di arahkan kesini :)
    kebetulan saya sedang renov rumah, tapi dana habis di tengah jalan hehe
    jadi maunya lantai nya mau menggunakan lantai semen saja untuk menghemat.
    yang mau saya tanyakan, adukan untuk lantai semen itu seperti apa ya pak agar tidak mudah retak?
    lalu untuk finishing nya semen instan apa yang digunakan?
    maturnuwun sebelumnya :)



Add Yours


3 + 2 =