Dibaca 14922 kali
July 11th, 2010
By Arif Posted in Tips Kompor Gas

Agen Selang dan Regulator LPG ber-SNI di Kabupaten Kendal

Bau gas LPG …..
Jangan-jangan regulator atau selangnya bocor ….

Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata selang LPG dirumah sudah retak disisi kompor gas. Sedikit melakukan pemotongan akhirnya beres.

Tapi akibat beredarnya berita tentang ledakan gas LPG akhirnya saya memutuskan untuk membeli baru.

Browsing sebentar akhirnya dapat informasi dari Pertamina.com bahwa :

Sesuai dengan rencana Pemerintah untuk mendorong masyarakat untuk melakukan penggantian selang dan regulator yang sesuai SNI, selang dan regulator tersebut sudah mulai dijual di beberapa agen dengan harga selang Rp. 15.000,- dan regulator Rp. 20.000,-

Agen yang akan menjual selang dan regulator tahap awal berlokasi di antaranya :

  1. Agen PT Empang Guci Sakti, alamat Jl. Dewi Sartika No. 74 RT 04/06 Kecamatan Margahayu Bekasi Timur.
  2. PT Mekar Abadi Lestari Jl. Kramat Jawa RT. 04/01 No. 188 Kelurahan Mustika Sari, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi.
  3. PT Uji Ario Perkasa, Jl. Taman Wisma Asri Blok L/34 RT RT 002/ 08 Teluk Pucung Bekasi
  4. PT Gasitas Utama Kampung Cibitung Sebrang, RT 004/09 Kelurahan Cimuning Kecamatan Mustika Jaya
  5. PT Yulia Inti Jaya, Kampung Pilar Barat RT 04/03 Kelurahan Karang Asih Kecamatan Cikarang Utama
  6. PT Lela Bersaudara Jl Fatahilah No. 98 RT 001/004 Kelurahan Kalijaya Cikarang Barat

Di samping agen-agen di atas, sejumlah agen-agen juga sedang disiapkan untuk menjual selang dan regulator SNI di berbagai wilayah.

Terus untuk agen selang dan regulator LPG ber SNI di wilayah kabupanten Kendal dimana?
Saya mencoba ke penjual gas LPG di Jalan Raya Kendal, ternyata di toko tsb belum ada, adanya stock lama mas, belum ber SNI.

Mencoba ke toko listrik langganan saya (di jalan raya juga) ternyata ada, kisaran harga antara Rp. 65.000,- samapai Rp.95.000,-.

Perlu diingat saat membeli selang dan regulator gas LPG ber-SNI harus diperhatikan logo SNI-7363:2008 harus tercetak timbul di regulatornya, sedangkan untuk selangnya harus tercetak SNI 06-7213-2006/AMD-1-2008.

Ingat saat memasang selang pada regulator harus diperhatikan bahwa tanda merah harus dipasang pada sisi regulator, pasang klem baja dengan kuat. Jika kedua sisi selang sudah terpasang pada tabung dan kompor, coba deteksi kebocoran dengan menggunakan sabun.

Semoga bermanfaat

lazada

20 Comments

  1. Toko Listrik kuwi opo Toko Hidup?
    Larang ning kono…

    Bakule sok tak guyoni…
    Kene ki Toko Hidup tapi regane Mati…

    • Mekar Jaya pak, sebelah timure Hidup … nek Hidup memang larang dan penjagane kadang males ngambilkan barang …

      Mekar Jaya murah dan serba ada

  2. ndrew

    kalo saya g salah denger berita, masa aktif selang LPG tu sekitar 1 sampai 1,5 tahun mas..
    so, buat jaga” biar g terjadi sesuatu yang tidak diharapkan selang mesti diganti secara periodik. Kalo g yakin bisa ganti selangnya bisa minta tolong agen resmi 😎

    • Betul, saya sudah pakai hampir 2 tahun saat pindah rumah … sekarang regulatornya sudah bocor .. sekalian ganti baru yang ber SNI

  3. salam kenal, balas yah

  4. doris

    semoga tidak terjadi lagi hal2 yang tidak diinginkan yang di sebabkan oleh penggunaan gas…

    • Mudah-mudahan, semakin aman, nyaman dan hemat (kalau harga nggak dinaikin terussss)

  5. Chusnul Arifin

    Ktanya untuk menonversikan tabung dikenakan biaya lagi y,,,??
    kan ni kesalahan pemerintah hingga menimbulkan banyak korban… kenapa ga disubsidi oleh pemerintah sehingga konversinya ga bayar lagi gitu… kn kasian sma rakyat…. 😥

    • Seharusnya memang begitu, kalau sejak dulu sudah ada regulasi tentang pemakaian selang dan regulator berstandar nasional Indonesia (SNI) kan kejadianya tidak seperti ini.

  6. oky

    yah… kalau sudah kejadian aja, baru bergerak…. ayo donk indonesia…. maju terus…. tingkatkan kualitas….
    apalagi gas berbahaya….

    • Indonesia Tanah Air Beta, pusaka abadi nan jaya …. “dibawa nyanyi aja” he he

  7. ranggaw0636

    dulu perencanaan awalnya kurang bagus, kualitas kompor dan selang yang dibagikan secara gratis juga masih dibawah standar, wajar kalo banyak terjadi kecelakaan. Kalau soal tabung gas yang bocor sih kemungkinan besar karena penanganan tabung kosong yang serampangan, saya sering merlihat tabung kosong 3 kilogram, dilempar begitu saja ke atas tgruj pengangkut

    • Betul sekali, kalau istilah jwa mindo gaweni dan mubazir, coba dari dulu kualitas tabung, kompor dan aksesorisnya sudah ber-SNI kan nggak nambah kerjaan dan duit lagi

  8. wildanr

    Saya lihat program konversi gas ke minyak tanah waktu itu terlalu terburu-buru. Mungkin produsen tabung terlalu mengejar deadline produksi sehingga kualitas tabung gas yang diproduksi tidak terlalu baik 🙁

    Sekarang dampak negatifnya mulai terasa yaitu ledakan dimana-mana. Dengar-dengar BPPT sudah membuat rancangan kompor dan tabung gas baru yang lebih aman. Tinggal pertanyaanya, apakah pemerintah mau memberikan investasi?

    • BBPT yang telat atau pemerintah yang terburu-buru?
      atau sudah ada ide dari BPPT tapi pemerintah nggak digunakan karena nggak ekonomis?

      eee tanya siapa?

  9. eric

    yakin deh hidup aman dan tentram..
    asal perawatan nya baik dan terkontrol.. 🙂
    harus ada penyuluhan dari pemerintah supaya masyarakat nyaman menggunakannya… 🙂

    • Serahkan kepada Gusti Allah saja semuanya

  10. Kojeje

    Bagus nih… Biar ber-standar semua nih barang2 yg dipake ama orang Indonesia 🙂

  11. roy

    semoga g makan korban lagi gara2 tabung gas

  12. budi

    Saya bulan lalu beli SNI di Toko Hidup .. Lumayan dapet korting .. Heran toko kelontong koq super lengkap gitu .. Nyari apa aja ada .. Haha



Add Yours